Powered by Blogger.

Mengenali Sinyal Trading Dari Price Action

Pengertian umum sinyal dalam trading forex adalah isyarat untuk membuka posisi buy atau sell lengkap dengan setting level stop loss dan level target profit. Sinyal trading tersebut bisa langsung diperoleh dari software trading atau robot, atau berupa pemberitahuan melalui sms, email atau media komunikasi lainnya dari sebuah perusahaan atau broker yang khusus menjual sinyal trading. Sinyal bisa dibuat oleh seorang analis secara manual atau dikirimkan secara otomatis melalui software trading, bahkan jika Anda trading dengan robot Anda tidak perlu tahu sinyal trading, robot Anda yang melakukan trading. 

Bagaimanapun cara Anda memperoleh sinyal, trading dengan sinyal atau isyarat yang jelas akan mengurangi pengaruh emosi dan menambah kepercayaan diri saat membuat keputusan trading. Dalam artikel ini dicontohkan bagaimana Anda bisa memperoleh sinyal trading secara manual dengan mengenali formasi setup price action pada chart trading. Pada umumnya sinyal trading ada yang cukup valid dan yang kurang valid. Sinyal trading yang dianggap valid adalah yang mempunyai probabilitas tinggi. Untuk itu kita mesti bisa membedakan keduanya dan hanya entry ketika sinyal trading cukup valid. Pada contoh-contoh berikut digunakan chart daily dan 4-hour, 2 time frame forex yang sering dipakai oleh swing trader.
Beberapa tip untuk mengenali sinyal trading dari formasi setup price action:

1. Temukan pin bar dengan ‘ekor’ yang menonjol keluar dan menunjukkan kondisi false breakJika kita menemukan sebuah pin bar reversal (reversal bar) yang dibarengi dengan penolakan (rejection)pada level support atau resistance baik yang statis (garis horisontal) atau yang dinamis (garis moving average) hingga ‘ekor’ pin bar tersebut tampak menonjol keluar garis, maka biasanya formasi ini merupakan sinyal trading dengan probabilitas tinggi, atau sinyal yang cukup valid. ‘Ekor’ pin bar yang menonjol keluar menunjukkan penolakan pada level tersebut hingga mempunyai bobot lebih dibandingkan sinyal dari price action yang lain. 

Penolakan pada level support atau resistance menunjukkan bahwa pergerakan harga pasar tidak mampu menembus level tersebut sehingga kemungkinan untuk berbalik arah (reverse) sangat besar. Berikut contoh reversal bar dengan penolakan pada level support yang menunjukkan kondisi false break. Ini adalah sinyal trading yang cukup valid.

                 

Pada gambar dibawah tampak 2 pin bar reversal yang merupakan sinyal trading. Keduanya  sama-sama mengalami penolakan (rejection), hanya saja pada pin bar reversal 1 terjadi penolakan oleh level resistance minor, sedang pada pin bar reversal 2 penolakan oleh level resistance kunci. Dalam hal probabilitas yang menunjukkan validitas sinyal, pin bar reversal 2 jelas lebih valid karena terjadi pada level resistance kunci yang lebih penting dari resistance minor yang lebih mudah ditembus. Untuk entry pada pin bar reversal 1, dianjurkan untuk mengambil resiko yang tidak terlalu besar. Pertimbangan lain untuk berani entry pada pin bar reversal 1 adalah formasi doji pada candlestick yang juga mengisyaratkan pembalikan arah(reversal).

                  

2. Pin bar reversal dengan ‘ekor’ sangat panjang adalah sinyal trading yang cukup valid
Faktor ‘ekor’ pada pin bar adalah penting. Pada pola bar candlestick, ‘ekor’ menunjukkan tingkat penolakan suatu harga tertentu. Makin panjang ‘ekor’, makin kuat level harga tersebut mengalami penolakan yang artinya pasar mendorong ke harga yang lebih tinggi atau lebih rendah. Ini tidak berarti bahwa setiap bar candlestick yang berekor panjang bisa dibuat acuan untuk menentukan sinyal trading, tentu saja mesti dilihat posisi bar tersebut dan beberapa faktor pendukung lainnya. Tetapi, ‘ekor’ yang panjang tentu lebih signifikan dari yang lebih pendek. Berikut contoh pin bar reversal dengan ‘ekor’ yang sangat panjang. Ditambah dengan penolakan yang terjadi pada level resistance kunci, tentu ini adalah sinyal trading yang cukup valid dengan probabilitas tinggi.

                  
3. Pin bar ‘ekor panjang’ sebagai sinyal penerusan arah trend (trend continuation)
Bila pada pin bar reversal ‘ekor’nya bergerak searah denga trend utama (contoh sebelumnya), maka pada pin bar yang mengindikasikan penerusan trend, ‘ekor’ bergerak berlawanan arah dengan trend utama. ‘Ekor panjang’ yang terjadi mencerminkan sentimen pelaku pasar yang semula mendorong dengan kuat pergerakan harga untuk berbalik arah melawan trend, tetapi karena suatu sebab sentimen pasar berbalik. Sesuai karakter pelaku pasar yang cenderung ‘ngikut yang kuat’, pegerakan harga akan terdorong balik dengan kuat pula hingga terbentuk formasi ‘ekor panjang’ yang hanya merupakan ‘retracement’ dari keseluruhan trend, bukan ‘reversal’.

Pada contoh berikut kita lihat pin bar ‘ekor panjang’ yang terjadi pada pergerakan arah downtrend dari EUR/JPY daily. Ini adalah sinyal awal untuk terjadinya penerusan arah downtrend. Karena kita bekerja pada chart daily, kita mesti menunggu pergerakan harga pada hari berikutnya untuk memastikan kekuatan sentimen pasar walaupun telah ada faktor pendukung kuat dengan penolakan (rejection) di level resistance-nya. Dalam hal ini sentimen pasar bisa saja berbalik jika terjadi konsolidasi di sekitar level resistance. 


                

Bisa dianggap sebagai patokan: jika pada hari-hari berikutnya harga tidak bergerak jauh dari 50% levelretracement ekor pin bar, ini bisa dianggap sebagai sinyal trading dan kita bisa segera entry. Pada contoh ini stop loss bisa di set beberapa pip diatas level resistance, dengan risk/reward ratio yang tentunya bergantung pada strategi Anda. Namun dengan faktor pendukung lain, yaitu formasi candlestick engulfing bearish yang terbentuk setelah entry, Anda bisa saja memperbesar risk/reward ratio.

4. Hindari ‘bertaruh’ dengan menebak akan terjadi ‘breakout’, tunggu konfirmasi yang jelasHindari jebakan breakout berupa bull trap atau bear trap, perhatikan pola camdlestick dan formasi setup price action yang terbentuk. Banyak trader yang cepat tergoda dengan kemungkinan breakout yang bakal terjadi jika harga sudah melewati batas-batas level support atau resistance-nya. Hal ini sangat beresiko, apalagi jika bermain-main di area level support kunci atau level resistance kunci. Celakanya banyak yang menganggap jebakan breakout tersebut sebagai sinyal trading tanpa melihat psikologi sentimen pasar atau setup price action-nya (perlu diketahui setup price action mencerminkan psikologi dari sentimen para pelaku pasar). 

Biasanya pasar akan menguji suatu level support atau resistance yang telah ditembus sebelum akhirnya berbalik arah, atau gerak harga pasar tidak berlanjut tetapi kembali ke area semula dan membiarkan keadaan tersebut sebagai sinyal breakout palsu atau false break. Memang tidak selalu demikian, tetapi semakin kuat level support atau resistance akan semakin besar kemungkinan tersebut. Jika kebetulan Anda trading di pasar saham, hal ini akan lebih mudah untuk diantisipasi dengan indikator volume. Semakin besar volume trading pada level-level support atau resistance kunci, kemungkinan untuk breakout semakin besar akibat dorongan sentimen pelaku pasar yang jelas. 

Sayangnya pada pasar forex yang tidak memiliki pusat bursa sehingga indikator volume sama sekali tidak valid dan tentu saja tidak bisa digunakan sebagai acuan. Salah satu cara untuk mengetahui kemungkinan breakout yang benar (true breakout) dan sinyal breakout palsu (false breakout) adalah dengan memperhatikan psikologi sentimen pelaku pasar melalui pola candlestick dan formasi setup price action.
Pada gambar chart daily NZD/USD berikut dicontohkan jebakan breakout (bull trap) yang menyebabkan kondisi false break pada level resistance.


                

Hindari untuk ‘bertaruh’ dengan langsung entry ketika resistance ditembus sebelum paling tidak harga benar-benar berada diatas level resistance-nya. Pada contoh ini ternyata terjadi false break dan harga tidak benar-benar menembus level resistance. Sinyal trading bisa dilihat dari setup inside bar yang terbentuk. Inside bar menunjukkan konsolidasi pasar yang singkat, sebelum akhirnya pelaku pasar mengambil keputusan yang jelas, dalam hai ini meneruskan pergerakan harga kearah downtrend.

5. Pin bar ‘ekor panjang’ sebagai sinyal reversal meski tanpa faktor pendukung support atau resistance
Salah satu aspek yang biasanya terjadi pada pin bar ‘ekor panjang’ adalah bahwa pada pergerakan yang sedang uptrend atau downtrend dan tiba-tiba mengalami penolakan pada formasi candlestick-nya (tertahan) dengan pola doji, mengisyaratkan akan terjadinya pergerakan reversal (berbalik arah), bahkan kemungkinan pembalikan arah trend (trend reversal). Biasanya sinyal trading ini cukup valid pada time frame daily. 

Jika setup price action pin bar ‘ekor panjang’ ini terbentuk, faktor pendukung level support atau resistance sebagai konfirmasi tidak mutlak diperlukan. ‘Ekor’ doji tersebut akan membentuk level support atau resistance baru. Hal ini terjadi karena adanya penolakan para pelaku pasar untuk meneruskan kenaikan atau penurunan harga ke level yang lebih jauh. Makin panjang ‘ekor’nya, makin kuat penolakannya. Formasi doji yang terbentuk akibat level harga pembukaan dan level harga penutupan pada hari itu sama mencerminkan pelaku pasar yang sedang berkonsolidasi dengan cenderung untuk menolak kenaikan atau penurunan harga yang lebih jauh. 

Ulah para pelaku pasar ini bisa dilihat dari formasi bar candlestick di hari-hari berikutnya. Berikut dicontohkan pergerakan USD/JPY daily dengan sinyal trading seperti yang dimaksud, dengan pembalikan arah dari downtrend ke uptrend:

           

Tanpa faktor pendukung level support atau resistance, konfirmasi bisa pada formasi setup price action pada hari berikutnya. Seperti tampak pada gambar diatas, setup inside bar yang terbentuk di hari setelah doji ‘ekor panjang’ mengisyaratkan konsolidasi pasar yang belum tuntas. Baru pada hari berikutnya tampak dengan jelas level tertinggi inside bar terlampaui dan formasi candlestick yang berwarna putih (level harga penutupan lebih tinggi dari pembukaan) yang mengisyaratkan harga akan cenderung naik. Entry bisa dilakukan segera setelah bar tersebut selesai, yang berarti telah ada konfirmasi.

6. Sinyal penerusan arah trend (trend continuation) pada level support dan resistance
Agak berbeda dengan contoh (3) sebelumnya, pin bar sebagai sinyal trading dalam hal ini tidak mesti berekor panjang dan berpola doji, tetapi yang mendapat penolakan dari level support atau resistance. Makin kuat level support atau resistance akan makin valid sinyal tersebut. Konfirmasi bisa diperoleh dari pin bar sebelumnya atau indikator teknikal seperi moving average yang juga sebagai level support atau resistance dinamis. Dalam hal Anda telah membuka posisi berdasarkan sinyal dari pin bar sebelumnya, maka sinyal yang terjadi sesudahnya adalah sinyal trading baru, bisa untuk memaksimalkan profit melalui teknikaveraging atau pyramiding dan lainnya. Berikut contoh untuk sinyal trading yang dimaksud pada GBP/USD daily:


           

Pin bar sinyal sell : dalam hal ini pasar telah memberi sinyal dari pin bar sebelumnya dan harga telah menembus level support (yang sekarang berubah sebagai resistance). Tampak bahwa pasar juga telah menguji level resistance ini sebelum mencoba lagi untuk menembus. Penolakan yang terjadi mengisyaratkan bahwa sentimen para pelaku tetap cenderung bearish, tampak pada formasi bar sehari sesudahnya.
Pin bar sinyal buy : harga telah menembus level resistance dengan cukup kuat (candlestick berwarna putih) sebelum mencoba untuk menguji level tersebut tetapi mengalami penolakan, sehingga level tersebut berubah sebagai level support yang baru. Meski pola candlestick bukan doji, tetapi sentimen pasar telah mengisyaratkan penolakan tersebut pada formasi bar pada hari-hari berikutnya yang tidak melampaui level terendah pin bar.


7. Hindarkan entry dengan pin bar pada kondisi pergerakan harga yang ‘choppy’
Keadaan ‘choppy’ terjadi ketika pergerakan harga sedang berkonsolidasi dengan formasi bar yang pendek-pendek dan berdekatan. Ini menunjukkan para pelaku pasar sedang ‘wait and see’. Choppy sering terjadi pada periode tertentu setelah pergerakan trend harga yang cukup panjang, saat akan terjadi breakout atau saat akan terjadi pembalikan arah trend (trend reversal). Setup pin bar yang terbentuk biasanya tidak hanya sekali, melainkan beberapa kali dengan formasi yang hampir sama sehingga tidak menunjukkan sinyal trading yang jelas. Berikut contoh keadaan choppy yang terjadi pada AUD/USD daily:

                     

Jika Anda menemui keadaan semacam diatas, dianjurkan untuk tidak entry. Beberapa pin bar yang terjadi secara berurutan dengan isyarat yang kurang jelas seperti itu adalah sinyal trading yang tidak valid. Selalu perhatikan posisi pin bar, formasi bar yang terjadi setelahnya dan lebih baik lagi jika ada faktor pendukung level support atau resistance. Tunggulah momentum yang tepat misalnya saat terjadi breakout setelah kondisi choppy. Contoh diatas menunjukkan beberapa pin bar yang tidak valid yang terbentuk setelah harga mengalami penolakan pada level resistance.

8. Jika ragu, gunakan indikator moving average sebagai konfirmasi
Ini menyangkut kekuatan level support dan resistance. Ada kalanya Anda ragu akan faktor pendukung garis horisontal level support atau resistance yang bukan level kunci, padahal setup pin bar yang terbentuuk cukup bagus. Dalam hal ini Anda bisa menggunakan indikator moving average sebagai pendukung untuk memperoleh konfirmasi. Biasanya digunakan exponential moving average (ema) periode 8 dan 21 daily (untuk time frame daily). Moving average menunjukkan level support dinamis atau resistance dinamis. Contoh NZD/USD daily berikut menunjukkan pin bar yang mengalami penolakan pada garis horisontal level support tetapi menembus ema-8. Pada hari berikutnya baru terkonfirmasi bahwa sinyal trading dari pin bar tersebut sudah cukup valid dengan penolakan bar oleh support dinamis garis ema-8.

                      

9. Hindari entry pada time frame dibawah daily yang tanpa faktor pendukung kuat
Time frame dibawah daily yang sering digunakan untuk trading dengan metode price action adalah 4-hour. Dalam hal menggunakan time frame 4-hour, Anda mesti selalu membandingkan arah trend dengan time frame daily. Jika berlawanan, sebaiknya dihindari. Jika arahnya sama tetapi tidak ada faktor pendukung sinyal yang kuat sebaiknya tidak entry. Sinyal trading yang demikian biasanya salah (tidak valid). Berikut contoh pada EUR/USD 4-hour seperti dimaksud:
                       
Kesimpulan
- Jika telah menemukan sinyal trading pada time frame daily, Anda mesti sabar untuk menunggu konfirmasi dari sinyal yang telah tampak, paling tidak pada hari berikutnya. Sinyal trading yang belum terkonfirmasi belum bisa dikatakan valid.
- Jika Anda telah menemukan sinyal trading yang Anda perkirakan valid (dengan atau tanpa faktor pendukung), tetapi Anda merasa ragu, sebaiknya tidak entry. Secara psikologis, keraguan bisa berdampak pada ketidak-stabilan emosi Anda, sekalipun mungkin Anda bisa profit dengan sinyal trading tersebut.

Sumber : Nial Fuller - www.learntotradethemarket.com

Belajar Memahami Money Management


Money management adalah salah satu faktor penting dalam trading forex yang berkaitan dengan pengendalian resiko. Trading adalah bisnis dan dalam bisnis tentu ada resikonya. Berapapun besar modal kita, tentunya kita ingin membatasi besarnya resiko yang mungkin terjadi. Belajar memahami pengendalian resiko dengan benar adalah kunci sukses untuk menghasilkan profit yang konsisten dalam jangka panjang. Banyak trader pemula yang accountnya ‘babak belur’ karena tidak menerapkan money management dengan disiplin, bahkan ada yang tidak tahu sama sekali tentang money management. Dalam tulisan ini akan dibahas 5 hal pokok dalam money management yang harus dipahami dan diterapkan dengan benar dan disiplin dalam trading forex.

                                        

- Besarnya resiko per trade
Besar resiko per trade diukur dengan nilai uang, bukan dengan pip, dan biasanya ditentukan dalam persentasi dari modal atau balance dalam account trading kita. Anggap saja kita belum ada posisi trading dan balance dalam account kita masih utuh, maka besar resiko per trade adalah jumlah kerugian yang kita tentukan dalam membuka sebuah posisi trading. Tidak ada ketentuan baku untuk hal ini dan bisa saja antara trader yang satu berbeda dengan trader yang lain, tergantung dari kondisi keuangan masing-masing. Yang jelas gunakanlah dana yang benar-benar tidak akan dipakai dalam waktu dekat, dan hindari trading forex dengan menggunakan dana untuk hidup sehari-hari. Asumsikan bahwa alokasi dana Anda untuk trading forex adalah dana yang siap hilang sehingga Anda tidak emosional ketika trading.
Sebagai gambaran, para trader profesional yang pendapatannya hanya dari trading (saham, forex, option dsb.) jarang yang mengambil resiko lebih dari 3% dari total modal mereka. Disisi lain, banyak trader yang telah berpengalaman merekomendasikan besarnya resiko antara 3% sampai 5% dari modal. Tetapi berapapun besarnya resiko yang Anda tentukan, Anda harus merasa nyaman dengan pilihan tersebut sehingga Anda bisa trading dengan tenang dan tanpa emosi.
Nah, kenapa besar resiko diukur dengan nilai uang bukan dengan pip ? Hal ini berkaitan dengan besarnya ukuran lot atau volume per trade yang bakal kita gunakan sesuai dengan perhitungan resiko, atau lazim disebut position sizing yang akan dijelaskan berikut ini.

- Besarnya ukuran lot per trade (position sizing)
Besar ukuran lot juga disebut dengan volume (pada platform Metatrader), atau ada yang menamakan quantity. Karena platform Metatrader sudah sangat populer, para trader forex pada umumnya lebih familiar dengan sebutan volume trading. Cara menentukan volume trading berdasarkan resiko lazim disebut dengan position sizing. Dengan position sizing, besar resiko dalam nilai uang akan selalu sama berapapun besar stop loss (resiko dalam pip) yang kita tentukan. Volume trading bisa kita atur sesuai dengan besar stop loss yang paling pas buat kita. Sebagai contoh, misalnya kita trading dengan standard lot pada pasangan mata uang EUR/USD, sehingga nilai per pip-nya adalah USD 10. Jika kita punya balance sebesar USD 25,000, dan resiko yang kita tetapkan untuk membuka sebuah posisi adalah 4%, maka besar resiko kita adalah USD 25,000 X 4% = USD 1,000. Katakan dari hasil analisa kita stop loss yang paling pas adalah 50 pip, maka volume trading kita dalam standard lot adalah: USD 1,000 / (50 X USD 10) = 2 lot.
(Catatan: pialang forex di Indonesia ada yang menyebut standard lot dengan regular lot, dan account yang hanya untuk trading dengan standard lot disebut regular account)


Nah, jika ada 2 trader dengan modal yang berbeda tetapi menerapkan persentasi resiko yang sama dan stop loss (resiko dalam pip) yang sama pula, tentu ukuran lot keduanya berbeda. Trader yang modalnya lebih besar volume tradingnya akan lebih besar walaupun stop loss (resiko dalam pip) keduanya sama. Itulah sebabnya mengapa besarnya resiko per trade biasanya diukur dengan nilai uang, bukan dengan besarnya pip pada stop loss.

- Besarnya risk/reward ratio
Risk/reward ratio adalah perbandingan antara besarnya resiko (stop loss) dan besarnya target profit (reward) yang kita tetapkan. Jika pada pembahasan sebelumnya kita telah menentukan resiko dan ukuran lot, maka langkah selanjutnya adalah menetapkan besarnya target profit yang kita inginkan dibandingkan dengan resiko yang telah kita tetapkan sebelumnya. Sama halnya dengan resiko, untuk menetapkan target profit tidak ada ketentuan bakunya, hanya saja kita harus obyektif dan realistis sesuai dengan kondisi pasar saat itu. Trader yang berpengalaman menganjurkan agar risk/reward ratio sebaiknya minimal 1 : 2, artinya jika stop loss kita 50 pip maka sebaiknya target profit kita minimal 100 pip, bahkan kalau bisa 1 : 3 atau lebih akan semakin baik. Tujuannya adalah: jika kita bisa menerapkan risk/reward ratio dengan konsisten, dalam jangka panjang akan diperoleh return (keuntungan) yang memadai walaupun persentasi profit kita secara keseluruhan masih lebih kecil dibanding loss-nya. Misalnya seorang trader mengalami 70% dari total posisinya loss, tapi masih menghasilkan return 15% dari total posisi tradingnya, karena menerapkan risk/reward ratio minimal 1 : 2 pada setiap membuka posisi.
Yang penting untuk dipahami dalam hal ini adalah menentukan besarnya resiko terlebih dahulu sebelum menghitung profit yang mungkin kita peroleh.

- Money management harus bisa mengendalikan emosi kita
Disamping money management, faktor penting lainnya dalam trading adalah keterlibatan emosi. Kedua hal tersebut saling mempengaruhi dan jika tidak dipahami dengan benar akan membawa efek negatif dalam trading. Money management yang buruk bisa menghancurkan trading kita, demikian pula emosi yang tidak terkendali. Misalnya jika kita kurang memahami money management sehingga selalu loss pada setiap posisi trading kita, maka akan sulit bagi kita untuk tidak melibatkan emosi saat trading. Sebaliknya semakin baik kita bisa menerapkan money management dalam trading, akan semakin terkendali emosi kita dalam menyikapi hasil trading. Kita bisa dikatakan berhasil menerapkan money management bila kita bisa mengelola dana dalam account trading dengan efektif dan tidak emosional.

- Money management akan berjalan baik hanya jika kita menguasai strategi trading
Jika kita tidak sepenuhnya menguasai strategi trading yang kita gunakan sehingga selalu ragu ketika hendak membuka posisi, maka sebaik apapun pemahaman kita pada money management hasilnya tidak akan maksimal.
Strategi trading dan money management adalah komponen utama dalam rencana trading yang harus dijalankan secara bersamaan. Money management akan berjalan baik hanya jika kita telah menguasai dan yakin pada strategi trading yang kita gunakan sehingga menghasilkan profit yang konsisten dalam jangka panjang.

Sumber : Nial Fuller - www.learntotradethemarket.com

Beberapa Tips Dalam Risk Management


Trader yang telah berpengalaman tentu akan sangat peduli pada risk management. Rick Wright, trader dan instructor pada Online Trading Academy menganggap risk management sebagai ‘holy grail’ yang sesungguhnya dalam trading. Dari pengalaman tradingnya, dan dari berbagai pertanyaan dan masukan ketika ia mengajar, ia menuliskan beberapa tip dalam menggunakan risk management seperti tersaji pada artikel ini.
Anggaplah Anda memiliki metode dan strategi trading yang Anda percaya sebagai ‘holy grail’ dalam trading, dan pada suatu kesempatan trading, Anda berhadapan dengan kondisi pasar yang begitu ‘sempurna’ bagi strategi ‘holy grail’ Anda. Nah, apakah Anda akan masuk pasar dengan mempertaruhkan seluruh modal dalam account trading Anda? Disinilah faktor penggunaan risk management yang proporsional berlaku. Anda harus mempunyai pegangan untuk menerapkan risk management dengan logis dan proporsional. Berikut ini beberapa tip dari Rick Wright yang bisa Anda pertimbangkan.
                              
Tip 1: Besarnya resiko per trade antara 0.5% sampai 2% dari balance account
Jika besarnya account trading Anda $10,000, maka resiko per trade adalah $50 sampai $200. Alasannya adalah jika ternyata Anda nantinya mengalami loss yang berturut-turut, Anda tidak akan cepat terkena margin call, dan masih akan ada kesempatan berikutnya untuk memperoleh profit.                                                                                                                                    

Tip 2: Jumlah posisi trading pada saat yang sama tidak lebih dari 4
Jika besar resiko per trade 2% dari balance account, dan Anda menggunakan leverage 200:1. Dengan misalnya membuka 40 posisi sekaligus, berarti Anda telah mempertaruhkan seluruh account trading Anda. Sekalipun Anda seorang trader yang agresif, cara trading seperti itu sangat sembrono dan terlalu emosional. Anda sangat mungkin akan mengalami kesulitan dalam memanage trade Anda. Dianjurkan agar pada saat yang sama tidak membuka lebih dari 4 posisi.

Tip 3: Tentukan frekuensi trade per hari, per minggu atau per bulan.
Bergantung pada gaya trading Anda, dianjurkan agar Anda menentukan frekuensi trade Anda dalam sehari, seminggu atau sebulan. Data ini akan Anda perlukan ketika membuat jurnal dalam trading plan (rencana trading) untuk evaluasi.

Tip 4: Memperkecil position size (ukuran lot per trade) ketika trading melawan trend
Jika Anda seorang trader jangka menengah ataupun swing trader yang biasa mengacu pada chart daily untuk trend utama, tetapi melihat peluang trading pada time frame 15 menit dengan trend yang berlawanan, Anda bisa masuk dengan position size setengah dari ukuran lot saat Anda trading pada trend utama. Jika Anda menggunakan aturan 2% dari account untuk trading pada trend utama, Anda bisa menerapkan 1% untuk trend yang berlawanan.
Alasannya sederhana: Anda tentunya tidak mengharap profit besar untuk trade yang berlawanan dengan trend utama, jadi akan lebih aman jika resiko Anda lebih sedikit guna mengantisipasi jika trend pada time frame rendah tersebut berbalik arah. Biasanya trader menggunakan cara trading seperti ini bila sedang terjadi retracement yang kuat pada trend utama. Level target profit kecil, demikian juga level resikonya.
Tip 5: Menetapkan besarnya persentasi resiko per hari atau per minggu
Account trading Anda $10,000, resiko per trade 2%, akankan Anda membuka 20 posisi trading dalam sehari? Atau 20 posisi trading dalam seminggu? Jika seluruh posisi trading Anda loss, maka Anda akan mengalami kerugian $200 x 20 = $4,000 atau 40% dari total balance account Anda.
Hal ini sering dilewatkan trader ketika menyusun rencana trading dan baru disadari setelah mengalami beberapa kali loss dalam 2 hari, 3 hari atau seminggu. Walau sangat relatif dan tergantung dari strategi trading Anda, tetapi sebaiknya Anda menetapkan besarnya resiko per periode waktu trading, misalnya 5% per hari atau 8% per minggu.
Tip 6: Gunakan trailing stop atau geser level stop loss ketika sedang profit
Trader yang berpengalaman tentu melakukannya. Dari pengalaman ‘sakit hati’ mereka akibat profit yang sudah tergenggam ‘terbang’ begitu saja. Jika Anda tidak selalu memonitor layar komputer, Anda bisa menggunakan cara manual dengan menggeser level stop loss jika sudah dalam kondisi profit, paling tidak ke level breakeven. Sebaiknya Anda melakukan proteksi dini pada profit yang telah Anda peroleh.

Sumber : Rick Wright - lessons.tradingacademy.com

Kisah Trader Sukses - George Angell Keys


Para trader yang telah sukses dalam karirnya sebagian besar mendedikasikan pengetahuan dan waktunya guna mengembangkan dunia trading dan investasi seperti mendirikan perusahaan konsultan investasi, menjadi komentator di berbagai media investasi dan bisnis, atau menulis buku. Kita bisa mengambil manfaat positif dari kisah perjalanan karir dan pandangan mereka tentang dunia trading dan investasi.

George Angell Keys: Masuk pasar berdasarkan volatilitas dan likuiditas

Bagi trader independen George Angell Keys, volatilitas dan likuiditas pasar adalah dua hal yang selalu diperhatikan sebelum membuka posisi trading. George Angell adalah seorang trader harian yang tidak pernah menahan posisi hingga hari berikutnya (overnight). Aktivitas tradingnya terutama pada S&P futures. “Volatilitas dan likuiditas adalah dua elemen penting yang harus Anda ketahui jika Anda seorang trader harian. Anda tidak bisa keluar masuk pasar tanpa aturan, itu pasti tidak akan jalan.” katanya.

              

Awal tahun 70-an adalah pertama kalinya George Angell tertarik pada trading di pasar komoditi. “Saya buy komoditi gula dan harganya naik, kemudian saya buy komoditi tembaga, tak lama harganya juga naik, hingga saya buy beberapa lot lagi. Setelah kemudian harganya mulai turun, saya menelpon broker untuk menutup posisi dengan order sell, dan mereka bertanya mau dijual kepada siapa?” kata George Angell. “Mulai saat itu saya sadar bahwa saya harus belajar lebih dalam dan lebih banyak lagi.” tambahnya.

Awal tahun 80-an George Angell Keys mulai masuk di pusat para trader saat itu, Chicago. Sebagai floor trader lokal pada Mid American Commodity Exchange, fokus utama tradingnya adalah pada komoditi emas. Saat ini George Angell trading untuk dirinya sendiri, sebagai off-floor trader, dan ia mengatakan bahwa pengalaman di on-floor trading sungguh tak ternilai harganya. “Para floor trader berorientasi pada jangka yang sangat pendek. Itulah yang mengajarkan pada saya bagaimana mengenali trend, masuk pasar pada saat yang tepat, ambil profit Anda dan tinggalkan floor.” kata Angell. “Tetapi di floor Anda tidak bisa konsentrasi dengan baik. Orang-orang membicarakan posisi trading mereka, sangat ramai. Anda hampir tak bisa berpikir dengan jernih untuk melihat kondisi pasar yang sesungguhnya.” tambahnya.

Menurut George Angell, perkembangan teknologi dalam dasa warsa terakhir ini sangat mendorong kemajuan off-floor trader dan tentu saja bagi floor trader yang beralih menjadi off-floor trader akan merasa kehilangan manfaat yang diperoleh dari floor. “Floor trading menciptakan ‘public trader’. Public trader tidak menggunakan teknik scalping walau mereka terbiasa dengan trading secara harian.” jelas penulis buku ‘Winning in the Futures Market’ dan ‘Sniper Trading Workbook’ itu.

Dalam trading, Angell kurang menghiraukan analisa fundamental dan hampir 100% mengandalkan analisa teknikal. George Angell Keys adalah pemegang hak cipta sistem trading LSS dan Spyglass yang ia terapkan dalam keseharian tradingnya. “Anda membutuhkan sistem mekanis yang bisa diterapkan dalam trading. Tanpa itu Anda akan sulit untuk mengantisipasi pasar.” kata Angell. Dan juga “Setiap hari saya trading tanpa membaca atau mendengar opini para analis dan pakar. Opini-opini hanya membuat saya bingung, pada kenyataannya pasar sendirilah yang memberi tahu kemana ia akan bergerak.” tambahnya. Angell juga menjelaskan bahwa ia tidak menggunakan stop loss. “Masalahnya stop loss menyebabkan kita keluar pada level yang kita perkirakan terburuk. Saya menggunakan ‘action point’ sebagai pengganti stop loss. Artinya jika harga pasar telah mencapai point tersebut, saya keluar, tetapi saya menunggu terjadinya koreksi harga terlebih dahulu.” jelasnya.

Dari pengalaman tradingnya di pasar komoditi dan pasar keuangan, Angell berpendapat “Setiap jenis pasar mempunyai karakteristik masing-masing. Anda harus tahu karakteristik jenis pasar yang Anda tradingkan. Di floor, trader yang bergerak lamban tidak akan trading di S&P futures. Sesama trader akan segera saling tahu dari cara trading masing-masing, mana yang scalper, mana yang spreader dan mana yang trader harian.” Ditambahkannya bahwa ia juga trading di pasar bond. “ Beberapa institusi besar saat ini trading bond. Sama seperti pasar forex, tak ada yang bisa ‘menggoreng’ atau memanipulasi pasar bond.” katanya. Tentang pasar forex, khususnya Euro-dollar, Angell berkomentar “likuiditas sangat tinggi, tetapi volatilitasnya kurang.”

Ketika ditanya kenapa banyak trader yang gagal, Angell mengatakan “Pertama, kurang disiplin, kedua penerapan money management yang terlalu agresif, dan ketiga tidak tahu karakteristik pasar yang mereka tradingkan.” Apa nasehatnya untuk para trader pemula? “Terapkan management resiko dengan logis dan rasional. Jangan fokus pada profit, fokus pada kondisi pasar, profit akan datang dengan sendirinya.” kata George Angell.

Sumber : News For The Financial World

Trading Forex Dengan Analisa Intermarket


Intermarket berarti hubungan dan interaksi antara berbagai jenis pasar dengan instrument tradingnya masing-masing. Pergerakan harga dari berbagai jenis pasar tersebut saling mempengaruhi satu sama lain, misalnya antara pasar saham dan pasar komoditi, antara pasar komoditi dan pasar forex, dan lain sebagainya. Para trader forex profesional selalu menerapkan metode analisa intermarket guna memaksimalkan keuntungan dan mengurangi resiko akibat pengaruh salah satu jenis pasar terhadap pasar forex. Selain itu trader forex juga bisa melakukan hedging posisi tradingnya dengan masuk pada jenis pasar yang lain.

Pasar forex tidak terisolasi dan bergerak sendiri, melainkan bagian dari dinamika ekonomi global dan berbagai jenis pasar yang turut mempengaruhinya. Dengan mencermati pergerakan berbagai jenis pasar kita bisa memperoleh petunjuk arah gerakan suatu pasangan mata uang. Pada umumnya analisa intermarket pada pasar forex dilakukan dengan memperhatikan pergerakan indeks harga saham, bond dan harga komoditi utama dunia. Dengan mengetahui pengaruh masing-masing jenis pasar tersebut terhadap pasar forex kita bisa memperoleh sinyal guna memprediksi arah gerakan suatu pasangan mata uang tertentu.

                                          

Prinsip dasar analisa intermarket1. Dalam pasar keuangan dunia, ada 4 instrument yang saling mempengaruhi satu sama lain, yaitu indeks harga saham, harga dan yield bond (bond pemerintah atau bond corporate besar), harga komoditi utama dunia dan pasangan beberapa mata uang utama (terhadap USD maupun yang cross currency)
2. Indeks harga saham digunakan untuk mengetahui arah perputaran uang dalam ekonomi global. Dalam keadaan normal, jika indeks harga saham suatu negara menguat maka nilai mata uang negara tersebut juga akan menguat, dan sebaliknya.
3. Harga bond dan yield bond digunakan untuk mengetahui gambaran pergerakan tingkat suku bunga suatu negara.
4. Harga komoditi utama dunia digunakan untuk mengetahui gambaran tingkat inflasi, tingkat permintaan dan penawaran (demand and supply) pada beberapa negara eksportir utama dan importir utama komoditi dunia.

Hubungan antara indeks harga saham dan pasangan mata uang
Pasar saham adalah acuan utama pasar keuangan, dan indeks harga saham mewakili tingkat harga saham-saham utama (blue chips) suatu negara. Untuk membeli saham suatu negara, kita harus menggunakan mata uang negara tersebut. Untuk melakukan investasi pada saham-saham utama Jepang, investor dari Eropa harus menukarkan mata uang Euro-nya dengan Yen Jepang. Permintaan Yen Jepang yang meningkat menyebabkan nilai tukarnya naik, sebaliknya penjualan mata uang Euro menyebabkan supply-nya meningkat sehingga nilai tukarnya berkurang.

Jika prospek pasar saham suatu negara bagus, maka aliran dana yang cukup besar akan masuk ke negara tersebut hingga memperkuat nilai tukar mata uangnya. Sebaliknya, jika pasar saham memburuk maka para investor akan memindahkan dananya ke negara lain yang prospek pertumbuhannya sedang bagus, sehingga mata uang negara tersebut akan melemah. Sebagai trader di pasar forex, Anda seharusnya juga mengikuti kondisi pasar saham di beberapa negara ekonomi utama dunia. Aliran uang akan terjadi pada negara yang indeks harga sahamnya sedang melemah ke negara yang indeks harga sahamnya sedang menguat. Itulah sebabnya indeks harga saham yang menguat akan diikuti oleh nilai mata uang yang menguat pula, dan sebaliknya. Jika Anda membeli mata uang suatu negara yang prospek pasar sahamnya bagus dan menjual mata uang suatu negara yang kondisi pasar sahamnya sedang memburuk, maka tentu Anda akan dapat meraup keuntungan.

Walau demikian, keadaan seperti diatas hanya bisa terjadi dalam kondisi perekonomian global yang normal, sedang dalam kondisi krisis atau resesi global, keadaan sebaliknya bisa saja terjadi. Sebagai contoh, korelasi antara indeks harga saham Nikkei dan USD/JPY (gambar bawah)

                   

Sebelum resesi ekonomi global yang dimulai tahun 2007, indeks harga saham Nikkei dan mata uang JPY memang searah, atau indeks Nikkei dan USD/JPY bergerak berlawanan atau dengan korelasi negatif, sehingga jika indeks Nikkei menguat maka JPY juga menguat (USD/JPY melemah). Namun setelah terjadi krisis keuangan yang diikuti oleh resesi global, korelasi indeks Nikkei dan USD/JPY berubah menjadi positif yang berarti jika indeks Nikkei menguat maka JPY melemah (USD/JPY menguat). Ada berbagai faktor yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi, yang tidak diulas dalam serial artikel ini. Yang jelas keduanya tidak bergerak sendiri-sendiri, tetapi tetap saling mempengaruhi dengan korelasi positif.

Ketika pasar saham suatu negara yang diwakili oleh indeks harga saham menguat, maka tingkat kepercayaan investor terhadap negara tersebut sedang meningkat, sehingga aliran investasi asing yang masuk ke negara tersebut akan menyebabkan meningkatnya permintaan mata uang lokal hingga nilai tukarnya menguat. Sebaliknya, ketika harga-harga saham lokal mulai jatuh, kepercayaan investor asing menurun dan menukarkan kembali investasi mata uang lokal ke mata uang asal sehingga nilai tukar mata uang lokal akan melemah. Fenomena ini bisa dilihat pada dinamika naik turunnya perekonomian Amerika Serikat, Jepang dan Eropa. 

Setiap timbul gejolak, yang terpukul duluan adalah pasar saham, baru kemudian pasar bond dan nilai tukar mata uang. Mengenai hubungan antar pasar saham di berbagai negara, secara umum bisa disimpulkan bahwa pasar saham di seluruh dunia bergerak dalam arah yang sama atau mempunyai korelasi positif. Ketika terjadi krisis ekonomi global, harga saham-saham di berbagai negara akan berjatuhan. Sebagai contoh, berikut korelasi antara indeks saham Dow Jones (AS) dan indeks saham Nikkei (Jepang).
                                                                 


Beberapa indeks harga saham penting dunia yang perlu diperhatikan sebagai indikator utama adalah:

1. The Dow Jones Industrial Average (DJIA, atau Dow Jones) - Amerika Serikat
Indeks Dow Jones merupakan indikator utama yang mewakili 30 perusahaan raksasa AS seperti AT&T, Pfizer, McDonalds dan lainnya. Indeks Dow Jones selalu menjadi acuan investor seluruh dunia dan merupakan indikator sentimen pasar yang penting. Indeks Dow juga sensitif terhadap perubahan iklim politik dan ekonomi global.

2. The Standard & Poor 500 (S&P 500) - Amerika Serikat
S&P 500 adalah indeks harga saham 500 perusahaan besar di AS. Setelah indeks Dow Jones, S&P adalah indeks saham yang banyak diperdagangkan di AS. Saat ini pamor S&P 500 cukup tinggi dan dijadikan acuan para fund manager dan beberapa institusi keuangan AS seperti dana pensiun dan lainnya.

3. National Association of Securities Dealers Automated Quotations (NASDAQ) - Amerika Serikat
Adalah indeks harga saham dari 3700 perusahaan di AS. Indeks saham penting di AS setelah Dow Jones dan S&P 500.

4. The Nikkei - Jepang
Adalah indeks harga saham rata-rata dari 225 perusahaan besar di Jepang seperti Toyota, Japan Airlines, Fuji film dan lainnya. Sebagai indikator utama, pamor Nikkei bisa dikatakan setara dengan Dow Jones.

5. Deutscher Aktien Index (DAX) - Jerman
Adalah indeks harga saham blue-chip dari 30 perusahaan utama di Jerman seperti BMW, Deutsche Bank, dan lainnya, yang diperdagangkan di Frankfurt Stock Exchange. Dengan eksistensi Jerman sebagai negara perekonomian terbesar di kawasan Euro, indeks saham DAX selalu menjadi perhatian investor.

6. The DJ Euro Stoxx 50 (Dow Jones Euro Stoxx 50) - Kawasan Euro
Adalah indeks harga saham dari 50 perusahaan besar di kawasan Euro dari berbagai sektor. Indeks saham yang mulai naik pamornya ini dibuat oleh Stoxx Limited, sebuah perusahaan afiliasi antara Deutsche Boerse AG, Dow Jones & Company dan SIX Swiss Exchange.

7. The FTSE (Footsie) - UK
Adalah indeks harga saham dari berbagai perusahaan utama di UK yang diperdagangkan di London Stock Exchange. Ada beberapa versi tergantung dari jumlah perusahaan yang diperhitungkan dalam indeks, misalnya FTSE 100 atau FTSE 250.

8. The Hang Seng (Hang Seng) - Hong Kong
Adalah indeks harga saham dari beberapa perusahaan besar di China dan Hong Kong. Indeks saham Hang Seng selalu menjadi acuan di pasar Asia setelah indeks saham Nikkei. Saat ini indeks saham Hang Seng dikelola oleh HSI Services Limited, anak perusahaan dari Hang Seng Bank.

Pengaruh bond dalam pasar keuangan global
Saat ini pasar bond merupakan salah satu bagian inti dari sistem pasar keuangan global, dan selalu menjadi perhatian para trader forex. Sebuah bond adalah tanda bukti bahwa investor telah setuju untuk memberikan sejumlah dana pinjaman kepada pemerintah suatu negara (untuk bond pemerintah ataugovernment bond) atau sebuah badan hukum (untuk bond perusahaan atau institusi), dengan batas waktu pengembalian dan tingkat suku bunga yang telah ditentukan oleh penerbit bond. Investor adalah pembeli bond, yang akan memperoleh pembayaran kembali dana pokoknya setelah bond tersebut jatuh tempo. 

Waktu jatuh tempo bisa beberapa bulan hingga lebih dari 50 tahun. Pembayaran bunga bisa dilakukan dalam periode waktu tertentu sesuai ketentuan (misalnya setahun 2 kali atau setahun sekali). Bunga yang dibayarkan merupakan keuntungan yang diperoleh investor, atau disebut yield bond. Karena bond biasanya diperdagangkan di pasar sekunder, maka harga bond dan yield bond bisa berubah-ubah. Perubahan yield bond sejalan dengan perubahan tingkat suku bunga bank. Jika suku bunga bank naik maka yield bond naik, dan sebaliknya. Jika yield bond naik maka harga bond tersebut akan turun seperti ilustrasi berikut (karakteristik sebenarnya tidak mesti seperti gambar, hanya sebagai illustrasi).

                                            

Bond pemerintah (government bond) selalu dianggap sebagai alat investasi yang paling aman. Satu-satunya yang menyebabkan kerugian dalam investasi pada bond pemerintah adalah bila pemerintahan negara tersebut bangkrut sehingga terjadi gagal bayar. Untuk negara besar seperti AS, German atau Jepang, hal tersebut sangat kecil kemungkinannya. Selain itu yield bond pemerintah bisa digunakan sebagai prediksi arah tingkat suku bunga bank negara tersebut.

Hubungan yield bond dengan nilai tukar mata uang
Yield bond bisa digunakan sebagai indikator untuk pasar modal. Yield bond AS mengindikasikan kondisi pasar modal AS, dengan demikian mencerminkan permintaan mata uang US dollar. Tingkat suku bunga bank menggambarkan tingkat inflasi. Jika suku bunga bank naik, yield bond naik dan harga bond turun. Kenaikan tingkat suku bunga bank akan menyebabkan nilai tukar mata uang menguat. 
Jadi meningkatnya yield bond (atau turunnya harga bond) menyebabkan apresiasi nilai tukar mata uang. Keadaan ini bisa terjadi pada kondisi ekonomi dengan inflasi positif (normal). Pada keadaan perekonomian yang sedang deflasi, maka akan terjadi pergeseran atau perubahan hubungan antar parameter tersebut diatas.

Spread bondSpread bond (bond spread) adalah perbedaan yield bond antara dua negara. Perbedaan atau spread ini bisa saja mendorong investor melakukan praktek carry trade. Dengan selalu mencermati spread bond dan perubahan tingkat suku bunga, kita akan bisa memprediksikan arah pergerakan pasangan mata uang. Ketika spread bond antara kedua negara melebar, mata uang negara dengan yield bond yang lebih tinggi akan menguat terhadap mata uang negara yang yield bond-nya lebih rendah.

Sebagai contoh berikut adalah spread bond antara bond pemerintah Australia dan Amerika Serikat (masing-untuk jangka waktu 10 tahun), dan nilai tukar AUD/USD:

                       

Ketika spread bond naik dari 0.5% ke 1% dari tahun 2002 hingga 2004, AUD/USD naik hampir 50%, dari level 0.5000 ke 0.7000. Pada tahun 2007, ketika spread bond meningkat dari 1% ke 2.5%, AUD/USD naik dari 0.7000 ke sekitar level 0.9000, sebesar kira-kira 2000 pips.

Komoditi utama dan mata uangJenis komoditi utama dunia yang mempengaruhi nilai tukar mata uang dalam hal ini adalah emas (gold)dan minyak mentah (crude oil). Seperti telah diulas sebelumnya dalam artikel ‘mata uang komoditi’, Australia dollar adalah yang paling besar korelasinya terhadap harga emas dunia. Secara historis, AUD/USD mempunyai korelasi positif 80% terhadap emas seperti gambar berikut:

                 

Pasangan mata uang utama lainnya yang mempunyai korelasi terhadap emas adalah US dollar vs Swiss franc (USD/CHF). Tidak seperti Australia yang penghasil emas nomer 2 dunia, korelasi nilai tukaer Swiss franc terhadap harga emas disebabkan karena lebih dari 25% uang di Swiss diback-up oleh jumlah cadangan emas negara tersebut. CHF mempunyai korelasi positif terhadap emas, atau USD/CHF dan emas mempunyai korelasi negatif.
                 

Hubungan antara emas dan US dollar sendiri cenderung mempunyai korelasi negatif. Secara tradisional bila perekonomian global sedang tumbuh, investor cenderung untuk membeli US dollar dan menjual emas, dan sebaliknya. US dollar dan juga sekarang Yen Jepang, telah dianggap sebagai mata uang safe haven dan merupakan salah satu alat investasi yang cukup aman.

Minyak mentah, atau sering disebut juga sebagai ‘emas hitam’ (black gold), adalah salah satu komoditi utama dunia yang sangat mempengaruhi pasar keuangan dunia. Energi industri di negara-negara ekonomi utama dunia masih sangat bergantung pada minyak, oleh karena itu fluktuasi harga minyak akan berdampak pada variabel biaya produksi dan transportasi yang pada akhirnya bisa mempengaruhi output negara tersebut. Karena harga minyak mentah dunia dipatok dengan US dollar, maka fluktuasi nilai US dollar akan berpengaruh langsung terhadap harga minyak dunia.

Seperti telah diulas dalam artikel ‘mata uang komoditi’, USD/CAD adalah pasangan mata uang yang paling tinggi korelasinya terhadap harga minyak mentah dunia. Nilai tukar CAD mempunyai korelasi positif terhadap harga minyak, sehingga jika harga minyak naik CAD akan naik atau USD/CAD turun, dan sebaliknya. Berikut korelasi antara harga minyak mentah dunia dan USD/CAD antara tahun 2000-2011:

                 


Kesimpulan
Dari beberapa ulasan sebelumnya, sebagai dasar untuk analisa intermarket dalam pasar forex dapat disimpulkan:

Jika indeks Dow Jones turun, maka indeks Nikkei juga turun. Selain karena korelasi positif antar pasar saham dunia, juga karena perekonomian AS sangat erat berhubungan dengan Jepang.
Jika indeks Nikkei melelemah, maka USD/JPY juga melemah atau JPY menguat, dan sebaliknya. Selain korelasi positif antara Nikkei dan dollar-Yen sejak krisis global 2007, investor juga melihat Yen sebagai mata uang safe haven sehingga ketika kondisi pasar saham sedang memburuk mereka masuk ke Yen.

Jika yield bond naik, maka nilai tukar mata uang lokal akan menguat. Selain korelasi positif antara yield bond dan tingkat suku bunga bank (yang juga mempengaruhi nilai tukar mata uang lokal), tingkat pendapatan (return) bond yang tinggi akan menarik investor hingga menyebabkan permintaan mata uang lokal juga meningkat.

Jika harga emas naik, maka US dollar cenderung turun, AUD/USD dan NZD/USD naik (selain korelasi positif antara AUD dan NZD, Selandia Baru juga penghasil emas), dan USD?CHF turun.
Jika harga emas naik, maka EUR/USD cenderung naik. Emas dan mata uang Euro sering diartikan sebagai ‘anti dollar’ atau yang berlawanan terhadap pergerakan US dollar.
Jika harga minyak mentah dunia naik, maka USD/CAD turun.

Sumber : www.babypips.com
                www.tradingmarketonline.com

Membaca kalender forexfactory


Masih bingung cara membaca kalender forex factory ?
Sebagian besar trader forex pasti tahu tentang forex factory , yaitu sebuah situs yang menyediakan kalender forex atau kalender berita fundamental . Namun masalahnya adalah bagaimana cara membaca forex factory atau lebih tepatnya cara membaca data yang disajikan pada kalender forex factory sehingga kita bisa memprediksi arah market.

Sebenarnya menganalisa arah market menggunakan berita fundamental untuk hari ini itu lebih sulit dibandingkan dengan membaca arah market secara teknikal .Alasannya adalah  yang pertama , sebelum berita resmi dirilis market sudah bergerak mengikuti isu . Yang kedua , ketika berita dirilis kita perlu menafsirkannya dengan cepat karena market sudah dalam kondisi volatile yang siap bergerak kesana kemari. Ketiga, karena berita fundamental ini hanya pemicu arah market saja , maka sulit menentukan batas batasan harga untuk menentukan target profit dan stoploss .Oleh karena itu trading secar a fundamental lebih banyak dilakukan oleh long term trader atau trader jangka panjang dengan modal yang lebih besar untuk bisa meredam liuk-liuk pasar.
Namun walaupun begitu kita perlu juga tahu cara baca forex factory untuk sekedar tambahan ilmu saja barangkali suatu saat diperlukan dalam trading atau sebagai pelengkap strategi trading. Karena bagaimanapun fungsi minimal dari sebuah kalender forex adalah sebagai rambu rambu untuk menentukan kapan masuk market atau kapan saatnya untuk diam dan menungguu.
Dibawah ini adalah contoh cara membaca kalender forex factory atau lebih sering diaktakan cara membaca forex factory :

Langkah paling simple untuk membaca kalender forex factory adalah dengan menjawab pertanyaan berikut
1. Mata uang apa yang beritanya akan rilis hari ini ?
Pada kalender forex factory anda bisa melihat currency pair yang beritanya akan rilis pada hari ini. Tidak semua pair memiliki berita yang akan dirilis. So , perhatikan pada kolom currency mata uang apa yang akan terbit beritanya. Dengan begitu anda bisa memutuskan apakah hari ini akan mentradingkan pair yang mengandung curency tersebut untuk memanfaatan volatilenya atau memilih untuk menghindari trading pada pair yang yang mengandung currency dan memilih pair lain agar analisa teknikal anda bisa berjalan normal.
2. Bagaimana impactnya ?
Pada kolom selanjutnya ada tulisan impact. Kata impact dalam bahasa indonesia artinya adalah Dampak. Pada kalender forex factory digambarkan dengan sebuah lambang yang berwarna.
Ada empat warna yang digunakan :
A. Putih , menunjukan bahwa tidak ada impact yang ditimbulkan. Biasanya kalender saat bank libur  .
B. Kuning , menunjukan bahwa dampaknya rendah atu bisa dibilang tidak terlalu berpengaruh.
C. Jingga , menunjukan bahwa dampaknya tergolong medium. Biasanya bisa menggerakan market kisaran 25 – 60 pips.
D. Merah , ini menunjukan bahwa dampaknya sangat besar sehingga bisa mengerkan market lebih dari 60 pips bahkan bisa mencapai 160 pips lebih.
Dari keempat jenis impact tersebut yang paling sering diwaspadai dan dimanfaatkan adalah yang impactnya berwarna merah .Karena biasanya yang merah inilah yang bisa menembus batas batas nilai market secara teknikal.
3. Jam berapa berita tersebut di rilis ?
Pada sebelah kanan kolom tanggal ada kolom jam saat berita fundamental dirilis. Jam tersebut secara default adalah waktu amerika .Oleh karena itu anda bisa merubahnya dengan mengklik tulisan jam sekarang lalu atur time zone nya menjadi waktu jakarta atau menjadi waktu sesuai market watch pada metatrader anda.
Setelah jam pada forex factory sama dengan jam pada market watch metatrader anda atau sama dengan jam di rumah anda. Anda bisa melihat kalender jam berapa berita dirilis dan menandainya untuk dijadikan rambu-rambu.
4. Berapa nilai rilis sebelumnya ?
Pada kolom sebelah kanan kalener forex factory anda akan menemukan kolom Previous . Ini adalah nilai terakhir yang dirilis dari sebuah jenis berita , atau dengan kata lain nilai bulan lalu .
Nilai previous ini dijadikan patokan dan tolak ukur atau sebagai pembanding dengan nilai terbaru yang akan diterbitkan secara resmi.
5. Berapa nilai perkiraannya ?
Nilai forecast atau nilai perkiraan adalah data yang didapat dari beberapa sumber terpercaya misalnya pengamat ekonomi atau bank sebelum nilai resminya dirilis.
Nilai forecast juga menggambarkan sebuah harapan , karena dengan melihat nilai forecastnya saja sebagian trader sudah memprediksi arah selanjutnya dan masuk pasar .
6. Berapa angka aktual ?
Angka aktual adalah angka rilis dari instansi resmi .Inilah angka yang ditunggu .Namun hanya kondisi angka yang jauh dari perkiraan yang lebih sering menggerakan pasar.

Lalu bagaimana membaca forex factory tersebut secara utuh ?
Pertama mari kita bedakan jenis beritanya terlebih dulu , ini hanya untuk memudahkan.
Jika nilai data pada beritanya meningkat itu menggembirakan , kita sebut sebagai hal positif , contohnya berita jumlah tenaga kerja. Analoginya adalah siapa yang tidak gembira ketika jumlah tenaga kerja meningkat ? 
Sebaliknya jika nilai beritanya meningkat namun membawa kesedihan kita sebut sebagai hal negatif. Contohnya berita jumlah pengangguran. Siapa yang tidak sedih ketika jumlah pengangguran semakin meningkat ?

Oke, dari situ kita puny arumus acuan seperti ini :
Hal positif => Meningkat ==> Kondisi ekonomi membaik ==> Mata uang menguat
Hal positif => Menurun ==> Kondisi ekonomi memburuk ==> Mata uang melemah
Hal negatif => Meningkat ==> Kondisi ekonomi memburuk ==> Mata uang menguat
Hal negatif => Menurun ==> Kondisi ekonomi membaik ==> Mata uang melemah

Selanjutnya bandingkan antara nilai Actual , Forecast dan Previous dengan rumusan:
Jika forecast hal positif > previous , dan Actualnya jauh lebih besar => Terus menguat
Jika forecast hal positif < previous , dan Actualnya jauh lebih besar => Menguat mendadak
Jika forecast hal positif > previous , dan Actualnya jauh lebih kecil => Melemah mendadak
Jika forecast hal positif < previous , dan Actualnya jauh lebih kecil => Terus melemah

Jika forecast hal negatif > previous dan Actualnya jauh lebih besar ==>Terus melemah
Jika forecast hal negatif< previous dan Actualnya jauh lebih besar ==>Melemah mendadak
Jika forecast hal negatif > previous dan Actualnya jauh lebih kecil ==> Menguat mendadak
Jika forecast hal negatif < previous dan Actualnya jauh lebih kecil==> Terus menguat

Jika antara forecast , previous dan actual perbedaannya tipis biasanya tidak terlalu berpengaruh pada gerakan market.
Seperti ini contoh cara membaca kalender  forex factory :


Pada pukul 08:30 diatas dirilis berita Non farm Employment change atau yang dikenal dengan Non Farm Payroll yang berimpact besar pada mata uang USD .

Nonfarm payroll menunjukan total pembayaran seluruh karyawan di luar bidang pertanian , ataupun menunjukan ketersediannya lapangan pekerjaan diluar pertanian dinegara Amerika sana. Semakin besar total pembayaran tersebut menunjukan semakin berkembangnya perusahaan perusahaan serta semakin banyaknya karyawan yang akan membelanjakan uangnya untuk konsumsi ,sehingga akan menghidupkan industri-industri lain yang secara global menunjukan roda ekonomi akan berjalan lancar.
Dari sini kita bisa melihat bahwa berita nonfarm payroll adalah hal positif . Semakin besar nilai nonfarm payrol maka semakin menunjukan penguatan ekonomi Amerika serta penguatan nilai mata uang USD .
Pada kalender forex factory diatas , forecastnya lebih besar dari previous artinya sudah banyak trader yang memprediksikan USD akan menguat . Ketika ternyata nilai actualnya benar lebih besar maka dari nilai previous , USD segera menguat terhadap mata uang lain . Inilah contoh penguatan nilai USD terhadap GBP:

Nilai USD menguat sehingga nilai GBP/USD turun .
Seperti itulah dasar untuk membaca kalender forex factory .Walaupun terlihat mudah seperti logika matematika biasa namun sekali lagi pada kenyataannya memprediksi arah market menggunakan news itu lebih sulit . Hal ini disebabkan karena emosi atau kepanikan dikalangan trader yang tercipta sebelum dan ketika berita dirilis antara  satu masa dengan masa berikutnya itu berbeda. Sehingga walaupun secara logika matematika market seharusnya bergerak naik , bisa jadi market malahan turun atau turun dulu menyentuh stoploss anda baru kemudian naik he..he..
So, Jika anda ingin bisa membaca forex factory dan menghasilkan trading dari cara seperti itu ,silahkan terus pelajari dan temukan ilmunya.. Untuk anda yang ingin tetap menggunakan analisa teknikal dalam menentukan arah market teruskanlah , jadikan cara membaca forex factory ini hanya sebatas tambahan pengetahuan saja.
Kita tidak perlu khawatir tidak bisa membaca kalender forex factory , tugas kita bukan lah untuk bisa membaca forex factory tapi untuk menghasilkan profit . Sukses selalu….
Sumber: siembah.com

Istilah Dalam Forex

Istilah Forex yang Umum

Mata Uang Mayoritas dan Minoritas
Delapan mata uang yang paling sering diperdagangkan (USD, EUR, JPY, GBP, CHF, CAD, NZD dan AUD) disebut mata uang mayor (mayoritas). Mata uang lainnya disebut sebagai mata uang minor (minoritas). Fab Five/ lima besar mata uang (USD, EUR, JPY, GBP dan CHF). Pasangan-pasangan 5 mata uang tersebut adalah yang paling liquid.

Mata Uang Dasar
Mata Uang dasar adalah mata uang pertama di setiap pasangan mata uang apapun. Mata uang dasar ini menunjukkan seberapa besar nilai mata uang dasar ini begitu diukur dengan mata uang kedua-nya. Misalnya, jika kurs USD/CHF sama dengan 1.6350, maka satu USD bernilai CHF 1.6350. di pasar Forex, dolar AS pada umumnya dianggap sebagai mata uang “dasar” untuk kuota, ini berarti bahwa kuota-kuota diekspresikan sebagai suatu unit $1 USD per mata uang lainnya yang dikuotakan dalam pasangan tersebut. Pengecualian utama pada aturan ini adalah pound Inggris, Euro, dan dolar Australia dan dolar Selandia Baru.

Mata Uang Kuota
Mata uang kuota adalah mata uang kedua di setiap pasangan mata uang. Mata uang tersebut seringkali disebut mata uang pip dan setiap keuntungan atau kerugian yang tidak disadari diekspresikan pada mata uang ini.

Pip (point)
Sebuah pip merupakan unit harga terkecil untuk setiap mata uang. Nyaris semua pasangan mata uang terdiri dari lima digit yang signifikan dan kebanyakan pasangan memiliki poin desimal langsung setelah digit yang pertama, yaitu EUR/USD sama dengan 1.2538. Pada contoh ini, satu buah pip sama dengan perubahan terkecil pada tempat desimal keempat – yaitu 0.00001. oleh karena itu, jika mata uang kuota di setiap pasangannya adalah USD, maka satu pip selalu sama dengan 1/100 dari satu sen.

Satu pengecualian yang perlu dicatat ialah pasangan USD/JPY di mana satu pip sama dengan $0.01.

Harga Bid
Bid adalah harga di mana pasar dipersiapkan untuk membeli suatu pasangan mata uang tertentu pada pasar Forex. Dengan harga tersebut, pedagang dapat menjual mata uang dasarnya. Hal ini ditunjukkan pada sisi kiri kuotasi.

Contohnya, pada kuota GBP/USD 1.8812/15, harga bid adalah 1.8812. ini berarti bahwa Anda menjual satu pound Inggris dengan harga 1.8812 dolar AS.

Harga Ask
Ask adalah harga di mana pasar dipersiapkan untuk menjual suatu pasangan mata uang tertentu di pasar Forex. Dengan harga ini, Anda bisa membeli mata uang dasarnya. Ask tersebut ditunjukkan pada sisi kanan kuotasi.

Misalnya, pada kuota EUR/USD 1.2812/15, harga ask-nya adalah 1.2815. Ini berarti Anda bisa membeli satu Euro seharga 1.2315 dolar AS. Harga ask juga disebut harga penawaran.

Spread Bid/Ask (selisih harga jual beli)
Spread adalah perbedaan antara harga bid dan harga ask.

Konvensi Kuota
Kurs-kurs pertukaran pada pasar Forex diekspresikan dengan menggunakan format berikut ini:
Mata uang dasar/mata uang kuota = Bid/Ask
Mata Uang Silang (Cross Rate Currency)
Mata uang silang adalah setiap pasangan mata uang yang tak ada satupun mata uangnya dolar AS (yang tidak ada USD nya). Pasangan-pasangan mata uang tersebut menunjukkan perilaku harga yang tidak menentu karena pedagang tersebut, sebenarnya, terlebih dulu memiliki dua USD untuk diperdagangkan. Contohnya, dengan mengajukan suatu long(pembelian) EUR/GBP sama dengan pembelian pasangan mata uang EUR/USD dan penjualan GBP/USD. Pasangan lintas mata uang seringkali menimbulkan biaya transaksi yang lebih tinggi (spread yang lebih besar).

Margin
Ketika Anda membuka rekening margin baru dengan suatu perusahaan broker forex, Anda harus mendepositokan minimum sejumlah uang dengan broker tersebut.

Setiap kali Anda melakukan perdagangan baru, suatu persentase tertentu dari neraca rekening pada rekening margin-nya akan menyimpannya sebagai persyaratan margin awal untuk perdagangan yang baru berdasarkan kepada pasangan mata uang yang menjadi dasar, harga mata uangnya, dan jumlah unit (atau lot) yang diperdagangkan. Ukuran lot selalu mengacu kepada mata uang dasarnya.

Misalnya, umpamanya Anda membuka rekening mini yang menyediakan leverage 200:1 atau margin 0.5%. rekening mini memperdagangkan lot-lot mini. Misalnya saja satu lot mini sama dengan $10,000. jika Anda membuka satu lot mini, selain harus menyediakan $10,000 penuh, Anda hanya membutuhkan $50 ($10,000 x 0.5% = $50).

Leverage
Leverage adalah rasio jumlah modal yang dipergunakan di dalam suatu transaksi pada deposit (margin) sekuritas yang diminta. Leverage merupakan kemampuan untuk mengontrol jumlah dolar yang besar pada suatu sekuritas dengan jumlah modal yang relatif kecil. Leverage sangat berbeda-beda pada para broker yang berbeda pula, berkisar antara 2:1 hingga 400:1.

Margin + Leverage = Kombinasi yang Bisa Mematikan bila tidak memahaminya.
Mata uang perdagangan pada margin memungkinkan Anda bisa meningkatkan daya beli. Ini berarti bahwa jika Anda memiliki uang $5,000 pada suatu rekening margin yang memungkinkan leverage 100:1, Anda bisa membeli sampai dengan mata uang seharga $500,000 karena Anda hanya harus menempatkan satu persen harga pembelian sebagai kolateral. Cara lainnya menyatakan hal ini ialah Anda memiliki $500,000 pada daya pembelian Anda.

Dengan daya beli yang lebih besar, Anda dapat meningkatkan total return Anda pada investasi dengan uang yang lebih sedikit. Tetapi berhati-hatilah, perdagangan dengan margin dapat memperbesar keuntungan DAN kerugian Anda.

Margin Call
Semua pedagang mengkhawatirkan margin call yang menakutkan. Hal ini terjadi ketika sistem broker Anda mengingatkan Anda bahwa equity margin Anda jatuh di bawah level minimum yang disyaratkan karena open posisi anda bergerak berlawanan (floating loss).

Ketika perdagangan dengan margin bisa menjadi strategi investasi yang menguntungkan, penting artinya bagi Anda untuk meluangkan waktu guna memahami resiko ini. Pastikan bahwa Anda sepenuhnya memahami cara kerjanya, dan pastikan untuk membaca perjanjian marginnya.

Open Posisi Anda bisa dilikuidasi sebagian atau seluruhnya secara otomatis oleh sistem jika margin yang ada pada rekening Anda jatuh di bawah threshold yang telah ditentukan sebelumnya.

Margin call bisa secara efektif dihindari dengan memonitoring neraca rekening Anda dengan strategi trading yang benar, dan dengan memanfaatkan order-order stop-loss pada setiap open posisi (kontrol risk management).
Open Posisi anda akan otomatis di-cut paksa oleh sistem (automatic stop out) bila terjadi hal berikut :
1. Free Margin anda mendekati angka 0 (nol)
2. %Margin Level anda mendekati 100% atau kurang. (%margin level = equity / margin x 100%)